Organisasi Gerakan Non-Blok (GNB)
atau Non-Aligned Movement (NAM) adalah sebuah gerakan yang
muncul di tengah persaingan dua kekuatan besar dunia, yaitu Blok Barat
(Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet). Persaingan kedua blok terjadi
pada masa perang dingin. Negara-negara Blok Barat dan Blok Timur berusaha
menarik dukungan dari negara-negara lain. Agar negara-negara
berkembang tidak terkena pengaruh Blok Barat maupun Blok Timur,
didirikan organisasi Gerakan Non-Blok.
Kelahiran GNB 50 tahun yang lalu tidak lepas dari Dasasila Bandung serta
prinsip-prinsip perjuangan dari GNB yang diarahkan untuk mewujudkan perdamaian
dunia dan pembangunan kesejahteraan bagi negara-negara anggotanya.
MASIH RELEVANKAH GERAKAN NON BLOK?
Kini,
tak terasa lagi pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur. Bahkan memasuki
abad ke-21, peta kekuatan dunia telah mengalami revolusi yang sangat dramatis
sejak runtuhnya Tembok Berlin.
Indonesia
sebagai salah satu pendiri GNB terdorong untuk membuktikan bahwa GNB masih
sangat relevan pada abad ke-21.Tetapi, pada saat yang sama juga Indonesia merasa
bahwa GNB harus berubah. GNB harus terus bergerak ditengah-tengah dinamika
dunia internasional.
Cita-cita
GNB mewujudkan dunia yang aman, tenteram dan sejahtera masih menjadi tantangan
bagi berbagai negara. Sampai saat ini 60 persen anggota PBB adalah anggota GNB,
dengan adanya tantangan global, seperti krisis energi, keuangan, keamanan
pangan atau food security, maka hal diperlukan partisipasi aktif dalam mencari
solusi global.
GNB terus
mengembangkan kapasitas dan arah kebijakannya agar sepenuhnya mampu menjadikan
keberadaannya tetap relevan, tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga lebih
terkait dengan partisipasinya dalam menghadapi banyak tantangan.
Tantangan
itu adalah isu-isu yang terkait dengan masalah terorisme, merebaknya konflik
intra dan antar negara, pelucutan senjata, serta dampak globalisasi di bidang
ekonomi dan informasi teknologi. Isu-isu tersebut telah menjadikan GNB perlu
menyesuaikan kebijakan dan perjuangannya. Dalam konteks ini GNB memandang
perannya tidak hanya sebagai obyek, tetapi sebagai mitra seimbang dan bagian
dari solusi masalah dunia. Karena itulah keberadaan GNB masih relevan untuk
mencapai world peace and development.
Saya dapat mengunggah entri kali ini dengan bantuan:
www.republika.co.id
www.bukupedia.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar